Senyum yg Ku Rindukan


Azan Zuhur baru saja berkumandang tak terasa sudah siang, hari itu tak seperti biasanya aku pulang kerumah setelah shalat Zuhur, biasanya aku makan siang dan ngopi didekat kantor. Namun hari itu tidak karena ada keperluan. Sebelum tiba dirumah aku mampir disebuah warung untuk membeli nasi, warung itu sepertinya baru dibuka karena aku belum pernah melihatnya, ada seorang wanita bersama dua gadis sedang melayani pembeli, aku pun mengantri seperti yg lainnya, setelah pesananku selesai di bungkus kuserahkan lembaran 100ribu.

“Aduh gede kali duitnya”, kata wanita itu dgn raut wajah cemberut.

Aku hanya tersenyum karena memang tak ada uang pecah (maklum tanggal muda) ia membuka laci namun tak ada uang kecil, hingga seorang pekerjanya membawa uang pecah, dari pembicaraan mereka kudengar namanya Ratna.

“Makasih”, katanya sambil senyuman, manis juga kakak ini ya hehe.

Sampai dirumah aku langsung makan dgn ikan tongkol rendang dan sayur bening, ternyata masakannya enak juga mirip-marap dgn masakan dikampungku, sebagai perantau aku memang lebih sering makan diwarung apalagi aku kan masih lanjang (belum ada yg masakin hehe).
Suatu siang aku kembali mampir untuk beli nasi bungkus, saat itu sedang banyak orang antri sampai kak Ratna dan anak buahnya kewalahan dan tidak tahu siapa yg lebih dulu.

“Abang itu dulu ya, itu yg dibelakang..abang ganteng”, kata kak Ratna sambil tersenyum kearahku yg sudah lama berdiri.

Aku pun agak malu-malu gimana gitu haha, tapi tak apalah sesekali ada yg bilang ganteng kan, emang aku ganteng ya? Ah sudahlah.

Esok harinya aku kembali makan di warung kak Ratna, entah karena masakannya atau senyumannya hehe, yg pasti aku makin sering ketempat itu warungnya pun semakin ramai dari hari ke hari apalagi siang. Aku pun tak pernah lagi makan ditempat lain kecuali warungnya tutup atau nasinya sudah habis, ya memang jika sudah lewat jam 2 menunya tak banyak lagi.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa share ya!

Populer Post: